← Semua cerita



ForbiddenFree preview · 50%
Kuliah Tambahan Setelah Jam Kantor
Noir Vale16 Juli 2026Forbidden

Sesi bimbingan sastra yang sunyi berubah menjadi panas ketika diskusi tentang metafora cinta berubah menjadi aksi nyata. Di antara tumpukan buku, batas antara dosen dan mahasiswa melebur dalam hasrat yang terpendam.
Ruang kerja Bu Sandra berbau kopi pahit dan kertas tua. Sandra, seorang dosen sastra berusia 35 tahun, menyibukkan diri dengan tumpukan jurnal, mencoba mengabaikan tatapan intens dari mahasiswa pascasarjananya, Andre, yang baru menginjak usia 27 tahun. Sore itu, universitas sudah sepi; hanya ada mereka berdua di sana.
"Puisi ini bicara tentang kerinduan yang terlarang," ujar Sandra, suaranya sedikit bergetar saat membaca baris terakhir karya Pablo Neruda. Ia menyesuaikan letak kacamata yang merosot, tanpa sadar menarik kerah blusnya yang rendah, mengekspos lekuk payudara besarnya yang tertekan oleh bra renda hitam.
Andre terdiam, namun matanya tidak lepas daribelahan dadanya yang dalam. "Saya rasa, kata-kata tidak pernah cukup untuk menggambarkan keinginan, Bu. Kadang, tindakan lebih fasih berbicara."
Sandra tersenyum, mencoba tetap profesional meskipun ia bisa merasakan panas menjalar di pipinya. Ia berdiri, berjalan mengitari meja tuanya menuju jendela yang menampilkan senja kelabu. Andre berdiri mengikutinya, menghampiri dengan langkah pelan. Saat Sandra berdiri berhadapan dengannya, Andre bisa melihat dengan jelas perut rata Sandra yang terekspos karena kemejanya terangkat, memperlihatkan kulit putih yang mulus hingga ke garis celana kainnya.
"Seorang penyair ingin pembacanya merasakan, bukan sekadar mengerti," bisik Sandra. "Apakah kamu merasakannya, Andre?"
Andre mengangguk, suaranya meninggi karena hasrat yang tak lagi bisa ditahan. "Saya merasakannya di sini," ujarnya sambil menaruh tangannya di pinggang Sandra, menariknya lebih dekat hingga Sandra bisa merasakan napas panas Andre di lehernya.

Sandra memejamkan mata, menikmati sentuhan itu. Ia menyadari betapa layaknya ini terjadi. Mereka adalah orang dewasa dengan keinginan yang sama. Dengan perlahan, Sandra membuka kancing kemejanya satu per satu, membiarkan kain itu merosot jatuh ke lantai, menyisakan hanya bra renda yang menopang payudara besarnya. Andre menghela napas, matanya terpaku pada puting yang mulai mengeras di balik kain transparan tersebut.
"Kamu sangat cantik, Sandra," gumam Andre, memanggil namanya tanpa embel-embel formal untuk pertama kalinya.

Tangannya mulai menjelajah, menyusuri bahu Sandra hingga turun ke punggung polosnya. Sandra mendesah lembut, tangannya sendiri mulai membuka ikat pinggang Andre dan menurunkan celananya. Di ruang yang hening itu, hanya terdengar gesekan pakaian yang terlepas satu demi satu. Mereka saling memandang, saling memberi izin melalui tatapan mata, sebuah konsensus tanpa kata yang mengunci mereka dalam tarikan magnetis.

Locked · Free preview ends here
Unlock the rest of the story
Kamu sudah membaca separuh “Kuliah Tambahan Setelah Jam Kantor”. Daftar gratis untuk membuka seluruh cerita, klimaks, dan ilustrasi lengkap.
- ✓ Full chapter access
- ✓ All scene illustrations
- ✓ Free · 18+ only