← Semua cerita



Urban HeatFree preview · 50%
Malam Terlarang di Sky Lounge
Kai Redwood16 Juli 2026Urban Heat

Pertemuan tak terduga di bar hotel mewah berujung pada malam penuh gairah yang tak terencana. Sebuah tato tersembunyi menjadi kunci rahasia yang mengubah permainan mereka menjadi sesuatu yang jauh lebih berbahaya.
Lampu redup Sky Lounge menyebarkan aura kemerahan yang provokatif, membiaskan cahaya pada gelas-gelas martini dan aroma parfum mahal. Vina duduk menyilangkan kaki, membiarkan gaun sutranya tersingkap hingga menampakkan betis jenjang dan kulit mulusnya yang berkilau tertimpa cahaya. Ia menyesap minumannya, merasakan dinginnya alkohol kontras dengan panas yang mulai menjalar di wajahnya saat sepasang mata tajam memperhatikannya dari ujung bar.
Dion tidak mencoba bersikap halus. Ia berjalan mendekat dengan aura dominan, membiarkan tatapannya turun tanpa malu menelusuri belahan payudara Vina yang tertekan rendah oleh garis kerah gaunnya. "Aku tidak percaya pada cinta pada pandangan pertama," bisik Dion, suaranya berat dan serak tepat di telinga Vina. "Tapi aku percaya pada daya tarik fisik,"
jemarinya dengan berani mengelus bagian belakang leher Vina, mengirimkan getaran listrik langsung ke tulang belakang wanita itu.
Vina tertawa kecil, memalingkan wajahnya sehingga napas hangat Dion menerpa pipinya. "Lalu apa yang kau lihat di sini?" tantangnya. Dion membalas dengan senyuman tipis yang lapar. Tanpa banyak kata, ia membawa Vina keluar dari bar, menuju lift hotel yang membawa mereka langsung ke lantai privat.
Begitu pintu kamar tertutup, semua protokol kesopanan runtuh. Vina merasakan tangan kekar Dion meremas pantatnya, menarik tubuhnya hingga terhimpit di antara dada bidang pria itu dan pintu yang terkunci.

Dengan terengah, Vina menarik kancing kemeja Dion, membuka kancing demi kancing hingga memperlihatkan otot perut yang keras dan terdefinisi. Tangannya merayap turun, merasakan panasan kulit Dion yang seolah terbakar.
Dion mendongak, membiarkan bibirnya menemukan titik sensitif di leher Vina. Tangannya masuk ke dalam gaun Vina, menjangkau payudara besarnya yang terguncang hebat saat ia meremasnya dengan penuh keinginan. Vina mendesah panjang, melengkungkan tubuhnya saat jari-jari Dion mulai memelintir putingnya melalui bra tipis yang ia kenakan. Tanpa membuang waktu, gaun sutra itu ditarik paksa ke bawah, membiarkan Vina berdiri hampir telanjang, hanya dengan pakaian dalam yang menggoda.

"Kau sangat cantik, Vina," gumam Dion, matanya terpaku pada lekukan tubuh Vina, terutama pada perutnya yang terekspos dan paha putih yang menggiurkan.
Mereka terjerumus ke atas tempat tidur, saling melumat dalam ciuman yang lapar dan menuntut. Pakaian mereka terlepas satu per satu; kemeja, bra, celana dalam, hingga mereka terbaring tanpa sehelai benang pun. Kulit bertemu kulit, menciptakan gesekan panas yang membakar akal sehat mereka. Dion masuk ke sela paha Vina, menatap dalam ke matanya, meminta izin tanpa suara. Vina menjawabnya dengan tarikan napas terengah dan kaki yang melingkar erat di pinggang Dion.
"Sekarang," bisik Vina parau. "Sodok aku sekarang."

Locked · Free preview ends here
Unlock the rest of the story
Kamu sudah membaca separuh “Malam Terlarang di Sky Lounge”. Daftar gratis untuk membuka seluruh cerita, klimaks, dan ilustrasi lengkap.
- ✓ Full chapter access
- ✓ All scene illustrations
- ✓ Free · 18+ only