← Semua cerita



ForbiddenFree preview · 50%
Aturan yang Dilanggar
Noir Vale25 Juli 2026Forbidden

Elena mengira ini hanya evaluasi kinerja akhir tahun yang formal dengan atasan barunya, Julian. Namun, pintu yang terkunci dan ketegangan yang memuncak mengubah ruang rapat menjadi arena gairah yang tak terbendung.
Elena berdiri mematung di depan meja mahoni besar, tangannya sedikit gemetar saat merapikan tumpukan dokumen. Julian, pria berusia 34 tahun dengan bahu kokoh yang mengisi setelan jas hitamnya dengan sempurna, menatapnya dari balik kacamata dengan tatapan yang terlalu intens untuk sekadar urusan profesional. Ruang rapat itu terasa sunyi, hanya suara detak jam dinding yang mengiringi desah napas Elena yang mulai tidak teratur.
"Kinerja Anda luar biasa, Elena," ucap Julian, suaranya rendah dan serak, menggema di ruangan yang kedap suara. "Tapi ada satu hal yang tidak tertulis di laporan ini."
Elena mengerutkan kening, mencoba mempertahankan posturnya. "Apa itu, Pak?"
Julian bangkit dari kursinya, berjalan mengelilingi meja dengan langkah predator yang terukur. Elena bisa mencium aroma parfum oud dan tembakau yang maskulin, aroma yang sejak hari pertama membuatnya sulit berkonsentrasi. Saat Julian berdiri tepat di belakangnya, Elena bisa merasakan hawa panas memancar dari tubuh pria itu. Julian tidak menyentuhnya, namun jarak yang hanya beberapa inci itu membuat bulu kuduk Elena meremang.
"Anda terlalu kaku," bisik Julian tepat di telinganya. Ujung jemarinya menyentuh bahu Elena, lalu turun perlahan mengikuti garis tulang selangkanya.
Elena menarik napas panjang. "Saya hanya mencoba profesional."
"Profesionalisme ada batasnya," Julian menjawab, mulai membuka kancing atas kemeja putih Elena dengan gerakan lambat yang sengaja. Elena merasakan kain kemejanya tersingkap, memperlihatkan garis bra renda hitam yang menopang payudaranya yang besar dan padat. Julian tidak menghentikan tangannya; dia terus menurunkan kancing satu demi satu, hingga cleavage yang dalam terekspos sepenuhnya. "Dan batas itu telah terlewati sejak Anda menatap saya dengan cara seperti itu di ruang pantry tadi pagi."

Julian memutar tubuh Elena sehingga mereka kini saling berhadapan. Dengan satu tarikan napas, Elena merasakan kemejanya terbuka sepenuhnya, tersingkap hingga perutnya. Kulit putih bersih di area midriff-nya terekspos, mengundang mata Julian untuk menjelajah. Dengan tangan yang besar dan hangat, Julian menyentuh pinggang Elena, menariknya mendekat hingga dada mereka hampir bersentuhan.
"Uuuhhh..." Elena melenguh rendah saat tangan Julian naik, meremas payudaranya yang kenyal dengan ritme yang menuntut. Napas mereka berbaur, panas dan saling memburu. Elena bisa merasakan putingnya mengeras di bawah tekanan jemari Julian yang ahli. "Julian... kita sedang di kantor," rintihnya, meski tangannya sendiri mulai membuka ikat pinggang pria itu.
"Pintu sudah terkunci dari dalam, Elena. Tidak ada yang akan mengganggu kita," bisik Julian.
Julian mengangkat Elena dengan mudah, mendudukkannya di atas meja rapat. Rok span Elena yang pendek tertarik ke atas, menampakkan betis jenjangnya yang mulus hingga mencapai pangkal paha. Julian memisahkan kedua kakinya, menyelinap masuk di antara lutut Elena sambil terus memijat payudaranya yang besar melalui bra yang kini terasa terlalu sempit.

"Aaaahhh," Elena mendesah, menyandarkan kepalanya ke belakang saat Julian mulai memberikan ciuman basah di ceruk lehernya. "Siniuuu... hhh..."
"Ssstt... nikmati saja," gumam Julian, kini beralih ke areaan payudaranya, mengunyah kecil putingnya melalui kain tipis bra. Elena mengerang, "Oh man, yessss... ahhh Julian, lebih kuat..."

Locked · Free preview ends here
Unlock the rest of the story
Kamu sudah membaca separuh “Aturan yang Dilanggar”. Daftar gratis untuk membuka seluruh cerita, klimaks, dan ilustrasi lengkap.
- ✓ Full chapter access
- ✓ All scene illustrations
- ✓ Free · 18+ only